Ada kesalahan di dalam gadget ini

Emas Ratusan Gram Lenyap

Selasa, 06 Juli 2010

JEPARA-Rumah milik Kholilatul Alawiyah, 60, yang berada di Gang Mangga IV, RT 21/III, Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, kemarin (2/7) sore mendadak ramai. Petugas dari Unit Identifikasi (Ident) Polres Jepara, mendatang rumah tersebut setelah polisi mendapat laporan terjadinya dugaan pencurian di rumah itu.

Kedatangan petugas, sempat mengagetkan warga yang semula tidak mengetahui adanya kabar pencurian. Akibatnya rumah di gang padat penduduk tersebut dikerubuti puluhan warga. Pemilik rumah Kholilatul Alawiyah mengaku, baru saja melaporkan jika di rumahnya telah terjadi pencurian sejumlah perhiasan emas.

''Saya tahu jika emas saya tidak ada itu sejak Rabu (30/6) lalu, sekitar pukul 20.30. Namun karena saya ragu apakah hilang atau tidak, maka saya baru menyuruh anak saya untuk lapor polisi siang tadi (kemarin, Red),'' katanya.

Menurut Alawiyah, sejumlah perhiasan emas yang dilaporkan hilang berupa kalung sebanyak lima buah, gelang empat buah, anting-anting tiga pasang, cincin tuju buah, dan aksesoris kalung sebanyak tiga buah. Total berat perhiasan emas itu sekitar 230 gram, dengan nominal harga Rp 96 juta. Menurut Alawiyah, perhiasan emas itu dimasukkan dalam kotak, kemudian dimasukkan lagi ke dalam lemari yang ada di dalam kamarnya.

Alawiyah mengaku, emas-emas itu terakhir dipakai pada 9 Juni lalu. ''Sejak tanggal 9 Juni saya sudah tidak pakai. Saya pakai perhiasan kalau pas ada acara tertentu saja. Kalau setiap hari saya tidak pernah pakai. Semuanya ada di dalam kotak yang saya masukkan ke dalam lemari,'' katanya.

Alawiyah mengatakan jika di dalam rumah hanya ada dirinya bersama anaknya, Amin Maksum, 22, yang saat ini masih kuliah di Kudus. Amin anak terakhirnya, setiap hari ada di rumah bersamanya. Selain berama anaknya, Amin, Alawiyah juga mempunyai seorang pembantu, Ainun, 18, yang mengaku warga Kecamatan Bangsri.

Menurutnya, pembantunya tersebut bekerja di sama sudah 1,5 tahun lamanya. Namun dia pamit pulang dan tidak lagi bekerja sejak 20 Juni lalu. Namun, Alawiyah dan keluarganya belum mengarahkan kecurigaan pada siapapun. Ini karena pembantunya itu kemarin juga sudah dipanggil kembali, dan mengaku tidak mengetahui keberadaan emas milik mantan majikannya tersebut.

Sementara itu, Kasatreskrim Iptu Rosyid Hartanto yang juga turut hadir di lokasi, mengatakan belum bisa menyimpulkan kejadian tersebut. Sebab dari hasil identifikasi, tidak ditemukan kerusakan pada lemari di mana kotak emas ditaruh.

''Kami sementara ini belum bisa menyimpulkan sesuatu. Namun, tidak ada bekas kerusakan apapun di lokasi. Kalau memang ada pencurian, tentunya dilakukan oleh orang yang sudah tahu kondisi dan seluk-beluk rumah ini,'' katanya. (han/mer)

[ Sumber : Jawa Pos Edisi Sabtu, 03 Juli 2010 ]

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini